Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Agustus 2018
Harap terkabur
Kamu...
Yang dengan manjamu,
Membuatku tersipu.
Kamu...
Yang dengan tatapmu,
Membuatku malu.
Kamu...
Yang dengan temali kulempar untuk menjeratmu,
Namun aku yang terjerat tali temali tak berujungmu.
Kamu...
Yang dengan arus aku menghanyutkanmu,
Namun aku yang terhanyut dalam lamunan akan bayangmu.
Kamu...
Tak kuasa aku menahanmu,
Dalam rindu yang kian menderu.
Ah siapa aku?
Bagimu...
Entah itu, akupun tak tahu.
Kamu...
Yang dengan manjamu,
Membuatku tersipu.
Bogor, 15 Agustus 2018
Fahmi
Sabtu, 30 Juni 2018
Semut
Kau semut kan?
Atau apa....
Entahlah
Kakimu tak memberi suara.
Datang pergi tak ku dengar langkahnya.
Kau semut kan?
Atau apa....
Entahlah
Kemarin ku lihat kau mendekat, merapat, bahkan melekat.
Namun sekarang,,, kau menggigit sakit sepahit asa yang kau tinggal pergi menghilang.
Kau semut kan?
Atau apa....
Entahlah
Pemalang, 30 juni 2018
Senin, 27 November 2017
Pencuri
Baru sejenak ku lepas mimpi
Hatiku sudah kau bawa lari
Lancang benar kau ini
Ingin ku lemparkan batu
Namun tak kuasa ku menahan rindu
Ingin ku buang muka
Tapi senyummu selalu mendera
Lancang benar kau ini
Harus bagaimana aku
Menghadapimu yang tak tahu malu
Membawa pergi hatiku yang baru
Ku kutuk kau dengan cinta
Ku dera kau dengan puja
Setelah jauh separuh jiwa kau bawa
Lancang benar kau ini
Karya : Fahmi Tb
Kamis, 23 November 2017
Sandiwara
Udara yang lembab
Aroma hujan
Ku lihat semut berjalan
menyapa tanpa tujuan
Ah... ku diamkan saja
Seperti tidak melihat
Cicak yang mengintip di balik atap
Terserah apa maumu
Terserah apa katamu
Aku diam itu
Bukan berarti tak tahu
Nyamuk yang menggigit tajam
Saat mata ku pejam
Aku rasa
Aku diam itu
Hanya berpura tak tahu
Terserah apa maumu
Terserah apa katamu
Karya : Fahmi Tb
Aroma hujan
Ku lihat semut berjalan
menyapa tanpa tujuan
Ah... ku diamkan saja
Seperti tidak melihat
Cicak yang mengintip di balik atap
Terserah apa maumu
Terserah apa katamu
Aku diam itu
Bukan berarti tak tahu
Nyamuk yang menggigit tajam
Saat mata ku pejam
Aku rasa
Aku diam itu
Hanya berpura tak tahu
Terserah apa maumu
Terserah apa katamu
Karya : Fahmi Tb
Label:
cinta,
diam,
kecewa,
puisi cinta,
sandiwara
Minggu, 12 November 2017
Sajak Kerinduan
Temaran langit dalam senja
Lebam membekas bermandi puja
Tiada lekang bertemu jua
Pada kasih terjerat cinta
Rinduku rindu sekuntum bunga
Merindu buta patah tangkainya
Menjerat luka tertusuk durinya
Sebab kasih lama tak bersua
Karya : Fahmi Tb
Lebam membekas bermandi puja
Tiada lekang bertemu jua
Pada kasih terjerat cinta
Rinduku rindu sekuntum bunga
Merindu buta patah tangkainya
Menjerat luka tertusuk durinya
Sebab kasih lama tak bersua
Karya : Fahmi Tb
Cinta
Saat kau tak mampu berucap banyak
Saat itulah kau mengenal cinta
Cinta itu liar
Namun tak mekar dalam rengkuhan belukar liar
Melainkan semaian benih
Yang selalu butuh siraman kasih
Saat cinta membawamu terbang
Sejauh yang tak bisa kau pandang
Biarkan sayapnya mengantarmu
Pada segumpal putih di langit biru
Karya : Fahmi Tb
Saat itulah kau mengenal cinta
Cinta itu liar
Namun tak mekar dalam rengkuhan belukar liar
Melainkan semaian benih
Yang selalu butuh siraman kasih
Saat cinta membawamu terbang
Sejauh yang tak bisa kau pandang
Biarkan sayapnya mengantarmu
Pada segumpal putih di langit biru
Karya : Fahmi Tb
Sabtu, 11 November 2017
Penantian
Di ujung lembayung senja kelabu
Lamunan berhenti pada bayangmu
Bayang yang menjadi mimpi
Pada hati yang menanti
Di gelapnya temaram bulan
Lamunan jatuh pada pujaan
Sosok yang melekat dalam jiwa
Bersama rindu yang kian mendera
Di hangat terbitnya sang surya
Fikiranku masih tentang cinta
Cinta yang tiada akan redup
Menjadi angan paruhan hidup
Kamu kamu kamu ya kamu
Sosok cinta yang telah ku temu
Yang mendera seluruh hatiku
Oleh kabut yang menutupmu dari pertemuanku
Karya : Fahmi Tb
Lamunan berhenti pada bayangmu
Bayang yang menjadi mimpi
Pada hati yang menanti
Di gelapnya temaram bulan
Lamunan jatuh pada pujaan
Sosok yang melekat dalam jiwa
Bersama rindu yang kian mendera
Di hangat terbitnya sang surya
Fikiranku masih tentang cinta
Cinta yang tiada akan redup
Menjadi angan paruhan hidup
Kamu kamu kamu ya kamu
Sosok cinta yang telah ku temu
Yang mendera seluruh hatiku
Oleh kabut yang menutupmu dari pertemuanku
Karya : Fahmi Tb
Senja
Aku di sini bersimpuh
Memandangi gugur daun (oleh dosa di siang terik)
Jemariku tak lelah mengais
Serpihan ampunan yang terhambur oleh angin senja
Temaram cahaya matahari
Mulai menghilang saat iqrakku berteriak
"Oh Tuhan ampuni ... ampuni!"
Redup mengantar nafasku
Pada penyesalan senja
Yang tak berujung
Karya : Fahmi Tb
Memandangi gugur daun (oleh dosa di siang terik)
Jemariku tak lelah mengais
Serpihan ampunan yang terhambur oleh angin senja
Temaram cahaya matahari
Mulai menghilang saat iqrakku berteriak
"Oh Tuhan ampuni ... ampuni!"
Redup mengantar nafasku
Pada penyesalan senja
Yang tak berujung
Karya : Fahmi Tb
Takdir
Wajahnya memerah
Jarinya masih malu merangkai
Jiwanya lahir di ujung kembang tersenyum
Aromanya menyiram
Terasa bagai subuh menusuk hati
Ingin kubuka rangkaian takdir
Apakah ada kiranya namaku tertulis
Entahlah ...
Yang ku tahu
Di bukunya tidak ada namaku
Karya : Fahmi Tb
Jarinya masih malu merangkai
Jiwanya lahir di ujung kembang tersenyum
Aromanya menyiram
Terasa bagai subuh menusuk hati
Ingin kubuka rangkaian takdir
Apakah ada kiranya namaku tertulis
Entahlah ...
Yang ku tahu
Di bukunya tidak ada namaku
Karya : Fahmi Tb
Langganan:
Postingan (Atom)







